Seperti Ini Cara Mengobati Hiperemisis Gravidarum Pada Masa Kehamilan

 

Rasa mual dan ingin muntah pada setiap ibu hamil mungkin adalah hal yang wajar, namun bagaimana jika hal tersebut terjadi secara terus menerus? Bisa jadi, kamu sedang mengalami hiperemisis gravidarum. Lho bukannya morning sickness ya? Karena rata-rata ibu hamil pasti mengalami morning sickness. Daripada kamu semakin bingung, yuk kita simak ulasan mengenai apa sih yang dimaksud hiperemisis gravidarum, apa bedanya dengan morning sickness, seperti apa gejala yang muncul, apa saja penyebab hiperemisis gravidarum, dan seperti apa cara mengobati hiperemisis gravidarum berikut ini.

Pengertian Hiperemisis Gravidarum

Kondisi ini hampir sama dengan morning sickness, yaitu rasa mual dan muntah pada masa kehamilan. Biasanya hiperemisis gravidarum terjadi pada ibu hamil dengan usia kandungan 4 hingga 6 minggu, namun biasanya akan reda dengan sendirinya saat memasuki usia kehamilan 14 hingga 20 minggu.

READ  Mengenal Cara Mengobati Penyakit Hyperplasia Endometrium Dan Informasi Lainnya

Perbedaan Hiperemisis Gravidarum Dengan Morning Sickness

Morning sickness memang paling banyak terjadi pada ibu hamil terutama saat usia kandungan masih terbilang muda. Tandanya yaitu rasa mual dan muntah terutama saat pagi hari. Lalu, apa bedanya dengan hiperemisis gravidarum? Yang perlu diketahui, frekuensi terjadinya mual dan muntah akan lebih sering pada kasus hiperemisis gravidarum. Karena rasa mual dirasakan secara konsisten dan akan berdampak buruk pada ibu hamil maupun janinnya.

Gejala Hiperemisis Gravidarum

Dilansir dari Halodoc, gejala yang muncul biasanya adalah rasa mual dan muntah disertai sakit kepala, penurunan berat badan, dehidrasi, konstipasi, indera penciuman menjadi sangat sensitif terhadap aroma, hipotensi, masalah psikologis, lemas, dan jantung berdebar.

Penurunan berat badan juga sebenarnya dapat terjadi pada mereka yang mengalami morning sickness, namun tidak terlalu signifikan. Ibu hamil dengan hiperemisis gravidarum akan mengalami penurunan berat badan yang drastis dikarenakan mereka memiliki kesulitan dalam menelan makanan maupun minuman.

READ  KEHAMILAN DILUAR KANDUNGAN

Pengobatan Hiperemisis Gravidarum

Beda penyakit, tentu saja berbeda pula pengobatannya. Untuk cara mengobati hiperemisis gravidarum, yang paling umum dilakukan adalah pemnerian obat-obatan melalui suntikan yang berguna untuk meringankan gejala dari hiperemisis gravidarum. Dilansir dari Buku Ajar Patologi Obstetri, ada beberapa konsep pengobatan untuk menangani hiperemisis gravidarum ini. Berikut adalah cara mengobati hiperemisis gravidarum.

  1. Pemberian cairan pengganti. Pemberian cairan ini berguna untuk menangani dehidrasi yang diderita pasien, terutama pada keadaan darurat. Cairan pengganti yang diberikan adalah 5 persen hingga 10 persen glukosa, bisa ditambahkan juga dengan vitamin C, B kompleks, atau kalium, yang berguna untuk mengganti cairan yang hilang, sumber energi, dan kelancaran metabolisme tubuh. Asupan cairan yang diberikan juga harus memperhatikan cairan yang keluar baik itu dari ureter, keringat, dan pernapasan. Jika pengeluaran urine sudah lancar, maka itu pertanda bahwa keadaan ibu hamil sudah semakin membaik.
  2. Pemberian obat. Pemberian obat ini juga tidak sembarangan dilakukan siapapun, hanya dokter yang berhak mengeluarkan resepnya. Untuk kasus ini, maka dokter biasanya akan memberikan sedatif ringan, anti alergi, obat anti mual atau anti muntah, dan vitamin.
  3. Isolasi dan pengobatan psikologis. Pengobatan psikologis dengan isolasi ini perlu dilakukan karena akan mengisolasi ibu hamil dengan keadaan lingkungan sekitarnya yang memang mempengaruhi kondisi psikologisnya. Saat diisolasi, ibu hamil akan diberikan edukasi, informasi, dan diajak berkominikasi oleh petugas terkait kehamilan.
  4. Menghentikan kehamilan. Cara mengobati hiperemisis gravidarum yang satu ini dilakukan ketika pengobatan sudah dilakukan, namun tidak menunjukkan tanda-tanda membaik atau malah semakin menurun kesehatan si ibu hamil.
READ  MAKANAN YANG DIPANTANG UNTUK IBU HAMIL

Sumber gambar: halodoc.com