Membantu Perencanaan Momongan, Ini Cara-Cara Mengetahui Masa Subur Anda

Bagi seorang pasangan suami istri, memiliki momongan pastinya adalah hal yang didambakan. Persoalan penting yang perlu diketahui oleh calon ayah dan ibu adalah merencanakan kehamilan. Dalam hal itu, seorang pasangan harus mengetahui cara menghitung masa subur. Beberapa orang ternyata masih memercayai mitos tentang “wanita bisa hamil setiap saat”. Faktanya, kehamilan umunya justru dapat tercapai pada masa kesuburan. Ternyata ada beberapa tanda untuk dapat mengetahui dan bahkan menghitung masa fertilitas wanita. Berikut ini penjelasannya.

Masa subur sendiri merupakan saat di mana sel telur wanita dalam keadaan matang dilepaskan dari ovarium. Sel telur ini nantinya akan bergerak untuk proses pembuahan oleh sperma. Periode ini juga dapat disebut sebagai masa ovulasi. Pada saat-saat inilah sel telur mempunyai kemungkinan tinggi untuk dapat dibuahi dan terjadi kehamilan. Dalam mengetahui masa subur ini juga berkaitan dengan sperma laki-laki. Sperma hanya bisa bertahan dan hidup dalam kurun waktu 5 hari. Di sisi lain, pembuahan hanya dapat terjadi dalam waktu 1 hari setelah sel telur dilepaskan dari ovarium. Saat kesuburan bisa juga dihitung dengan mengukur setelah masa haid atau menstruasi. Dalam menghitung masa ovulasi, bagi perempuan usia muda sedikit lebih sulit. Hal itu disebabkan waktu atau siklus haid yang masih belum teratur. Waktu kesuburan ini pun akan berbeda-beda di setiap wanita. Namun, umumnya masa ovulasi terjadi di 14 hari sebelum hari pertama menstruasi atau pada hari ke-100 hingga ke-17 setelah menstruasi.

READ     Cara Mengobati Penyakit Amenorea

Sumber : doktersehat.com

Menurut Institue Study Urologic Diseases, masa subur dapat dhitung dengan cara berikut.  Hal utama yang perlu diamati siklus mensturasi di 6 sampai 8 bulan terakhir. Dalam perhitungan, siklus terpanjang dan terpendek penting untuk diketahui. Apabila siklus terpanjang anda misalnya 29 hari, maka kurang angka tersebut dengan angka 11. Maka didapatkan angka 18, dimana angka tersebut menjadi indicator hari terakhir saat masa fertilitas wanita. Jika perhitungan menggunakan siklus terpendek, miisalnya 26 hari, maka perhitungannya berbeda. Kurangi angka siklus terpendek dengan angka 18. Dengan begitu, didapatkan hari pertama masa fertilitas anda pada angka 8. Jadi, pad siklus menstruasi rata-rata 26 hingga 29 hari, didapaktkan hari ke 8-18 merupakan masa subur wanita.

READ  Mengenal  hyperplasia endometrium yang Menjangkiti Kaum Wanita

Selain mengukur waktu fertilita dengan menggunakan rumus diatas, dapat digunakan cara lain dengan menggunakan aplikasi kalkulator ovulasi atau kalkulator fertility. Pada masa kesuburan ini juga dapat dilihat dengan indikator lainnya. Pada wanita, suhu basal tubuh dapat berubah saat masa paling subur. Perubahan ini ditandai dengan kenaikan suhu basal tubuh menjadi sedikit lebih tinggi. Hal tersebut bisa menjadi tanda terjadinya ovulasi. Tanda lainnya adalah munculnya lendir yang memiliki konsistensi sedikit cair yang kelur lewat mulut rahim. Kadar hormon esterogen yang berubah dapat menghasilkan lendir yang licin serta berwarna bening sebagai ciri terjadinya proses ovulasi. Beberapa hal yang dapat menjadi ciri terjadinya ovulasi pada wanita antara lan perut terasa lebih kembung, memiliki gairah yang meningkat, keputihan keluar cukup banyak, merasa nyeri atau kram pada bagian panggul dan payudara terasa kencang dan nyeri.

READ  MAKANAN YANG DIPANTANG UNTUK IBU HAMIL

Demi memperlancar program perencanaan kehamilan bagi pasangan suami istri, bebrapa hal selain masa kesuburan juga perlu dilakukan. Menjaga kesehatan tubuh seperti rutin berolahraga, mengurangi konsumsi alkohol dan rokok, menghindari terjadinya obesitas, mencukupkan kebutuhan konsumsi nutrisi menjadi hal-hal pendukung agar impian memiliki momongan bisa terlaksana. Bagi para pasangan yang ingin tahu lebih dalam dapat berkonsultasi pada dokter spesialis kandungan.

 

 

Sumber:

Yourfertility.org.au

Tirto.id

alodokter.com